copas? plagiat? bukan sebuah pilihan

intro: tulisan ini terinspirasi dari perbincangan antara saya dengan Cak Yo beberapa waktu lalu. sempat mengendap tapi kali ini membuncah karena sebuah laman berita yang me”remake” tulisan saya. teriring permohonan maaf bila ada kata2 yang salah.

siapa sih yang gak kenal dengan metode canggih bin ajaib yang terkenal sejak jaman dahulu kala: Mencontek. Menyalin. Menjiplak. Mencontoh. Copas (copy paste) dan sebutan2 lainnya. sebuah metoda yang saya yakini hampir semua anak bangsa ini pernah melakukannya (baik diakui atau tidak) – saya pun pernah melakukannya. metode belajar ini memang terbukti ampuh dalam menghasilkan sebuah karya dengan waktu yang singkat. tinggal klik-klik maka jadilah sebuah karya yang bisa dengan bangga diakui sebagai karya orisinil si pelaku.

metode ini selain cepat juga ampuh untuk memberikan sebuah tingkatan atau label bagi si pelaku. si anak baik (karena mencontek pe-er temannya). si karyawan teladan (karena menjiplak SOP perusahaan lama). si produsen jempolan (karena mencontoh prototype/purwarupa produsen lain). gak percaya? cek saja di dunia nyata. berapa banyak orang/pihak yang menjadi atau mendapatkan keuntungan karena kegiatan yang satu ini.

baguskah perbuatan tersebut? *garuk2 kepala. harus jujur diakui bahwa perbuatan itu bukanlah tindakan yang terpuji dan tidak boleh dicontoh serta tidak boleh dibudayakan. yaa boleh2 saja diteruskan bilamana memang tidak ada keinginan untuk maju dan terus berkembang. lambat laun hilang lah sebuah kreatifitas dan tumpulnya kemampuan otak untuk melakukan hal2 baru. dalam skala yang lebih besar: mematikan kebudayaan. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di komplen, Selingan | Tag , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Bang Bolank ketagihan gowes to Jogja bagian 3

Mari kita lanjutkan cerita pengalaman saya sewaktu ke jogja tempo hari.

Selesai mengisi perut di kedai soto ayam pak gareng, saya melanjutkan perjalanan ke tujuan berikutnya. Kemanakah itu? Simak terus perjalanan ini.

Ke arah selatan menuju jalan malioboro. Entah sudah berapa ratus (atau mungkin ribu) kali saya menjejakkan kaki di malioboro, herannya gak pernah ada kata bosan untuk melintas dan mengamati peri kehidupan rakyat jogja melalui etalase malioboro. Disinilah denyut nadi kehidupan rakyat jogja dapat tertangkap dengan jelas. Disinilah salah satu urat nadi perekonomian jogja bergerak. Maka, jika ada apa2 di malioboro maka eksesnya akan terasa seantero jogja. Mumpung jogja belum merdeka, maka puas2in dech main2 di malioboro.
Gak lengkap cerita ini bila tidak ada fotonya. Silahkan simak

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di jalan-jalan | Tag , , , , , , | Tinggalkan komentar

Maskot CFD Jakarta: Pak Yono Siomay Pink

Entah sudah CFD kali ke berapa yang sudah dilaksanakan di Jakarta, tepatnya sepanjang ruas jalan sudirman-thamrin. Entah sudah berapa ribu sepeda yang melintas. Entah sudah berapa juta paru2 yang menjadi lebih sehat. Diantara jumlah-jumlah itu hanya ada satu orang yang senantiasa dengan sabar dan telaten hadir. Hanya satu sosok yang sedemikian beda diantara yang lainnya. Hanya ada satu maskot tidak resmi CFD Jakarta.
Dialah Pak Yono; si siomay pink
Kurang lengkap bila CFD-an tanpa kehadiran beliau. Beliau yang pedagang siomay. Beliau yang begitu rajin untuk hadir setiap CFD. Beliau yang paling nyenrik dengan warna pink di sepedanya. Tidak hanya sepeda! Tetapi juga pakaian dan lain sebagainya. Semuanya serba PINK!
Siomay Yo Pink. Itulah nama trendi dan modis dari dagangan Pak Yono. Sepiring siomay menjadi berubah, tidak hanya bernilai siomay tetapi tambahan citarasa dedikasi dan mental baja dari pedagangnya. Pak Yono meneguhkan dan mencitrakan dirinya dalam warna PINK. Saking teguhnya, Pak Yono pun mempatenkan citranya: Siomay Yo Pink.
Konsistensi Pak Yono patut diacungi jempol. Ada yang kurang bila CFD-an sebelum ketemu Pak Yono walaupun hanya sekedar menyapa. Semoga konsistensi CFD juga terus kukuh dan dikembangkan sehingga tidak hanya Pak Yono yang bisa bergembira.

Let’s celebrate your life with bicycle !

Tribute to Pak Yono
Dipublikasi di Selingan | Tag , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Bang Bolank ketagihan gowes to Jogja bagian 2

Mari kita lanjutkan lagi berbagi pengalaman bang bolank gowes lagi ke jogja. Semoga gak bosen yaa..

Mengawali hari dengan senyum dan doa kepada Yang Kuasa, setelah sarapan dan mengantarkan istri ke tempat kerjanya, saya melanjutkan petualangan yang tertunda. Target hari ini adalah bisa menyambangi lebih dekat kali code. Kali / sungai yang pernah saya ceritakan dikesempatan awal merupakan magnet yang sedemikian kuat bagi saya. Jadilah rasa penasaran itu harus terpuaskan.

Pukul 7 pagi melakukan survey lokasi lebih awal. Tempat survey adalah jembatan yang menghubungkan kompleks UGM (Univesitas Gadjah Mada) dengan jalan Monjali (Monumen Jogja Kembali). Menurut informasi dari istri, beberapa hari yang lalu kali code meluap. Tidak hanya membawa material gunung Merapi seperti debu dan pasir tetapi juga membawa material yang hanyut bersama derasnya lahar dingin. Alhamdulillah di pagi yang cerah ini, kali code tampak tenang sehingga bisa didekati. Berikut penampakan kali code dari atas jembatan.

Bisa dilihat tumpukan pasir gunung yang sedemikian tebal? Yap! Itulah pasir dari letusan gunung merapi. Terbawa dari puncak hingga ke badan kali code. Lumbung rezeki bagi mereka yang bisa memanfaatkan peluang dan bersabar. Puas dengan pandangan dari atas jembatan? Jangan panggil saya “bolank” jika tidak ada keinginan untuk mendekati kali code. Lihat pelataran paving conblock yang berwarna merah? (ada disisi kiri bawah) saya akan segera kesana. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di jalan-jalan | Tag , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Bang Bolank ketagihan gowes to Jogja bagian 1

Jalan-jalan dengan sepeda itu ternyata adalah candu yang menyegarkan sekaligus menyehatkan. Gowes di lingkungan yang ramah dan bersahabat dengan pesepeda membawa kenikmatan tersebut. Kenikmatan itulah yang saya rasakan ketika pertama kali gowes ke jogja tempo hari. Pengalaman yang tidak terlupakan. Mulai dari dipalak kondektur kereta, gowes diantara debu merapi, gowes keliling jogja, dan lain sebagainya.

Ada beberapa keinginan yang belum terwujud saat gowes ke jogja saat itu. Penasaran dengan riwayat kali code, ingin gowes di kawasan kaliurang, main pasir di parangtritis hingga sowan ke keraton Jogja. Untuk memuaskan rasa penasaran tersebut, didukung pula sokongan semangat dari istri, jadilah ambil cuti dan merencanakan untuk gowes lagi ke jogja.

Berbekal “pengalaman buruk” dipalak kondektur KA Ekonomi Express Malam Progo (itu nama resmi dari kereta api tersebut, catatan: nama tidak mewakili fakta sebenarnya) maka kali ini mencoba untuk sesuatu yang baru. Tidak lagi perjalanan malam tapi tetap di level ekonomi. Kereta Ekspres Ekonomi AC Bogowonto (Jakarta – Kutoarjo pergi pulang).

Sedikit berbagi cerita, kereta ini merupakan kereta incaran saya sejak pertama kali diluncurkan pada awal September 2010. Ditangani khusus oleh PT Inka dibawah supervise langsung dari Mitsubishi Transportaion Ltd (CMIIW), memberikan sebuah imaji kenyaman dan kebersihan serta keamanan dalam menikmati moda transportasi massal seperti kereta api. Walaupun harus merogoh kocek 2x lipat dari biasanya, godaan bogowonto terlalu indah untuk dibuang. Harga untuk satu trip adalah Rp 70.000. Yang menarik, untuk kali pertama seumur hidup, karcis kereta api kelas ekonomi menggunakan karcis yang sama dengan karcis kelas bisnis/ekskutif. Horee!! Cekidot penampakan karcisnya.
Baca lebih lanjut

Dipublikasi di jalan-jalan | Tag , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Bang Bolank Gowes to Jogja bagian 8

Mari kita lanjutkan perjalanan bang bolank selama di jogja. Agak tersendat karena kegiatan bang bolank yang menyita waktu.

Puas foto2 di titik nol kilometer dus dikarenakan hujan abu yang mulai turun, saya memutuskan untuk pulang ke rumah. Menyusuri jalan kota jogja dengan sepeda saat rintik2 hujan sebenarnya sangat menyenangkan. Lebih menyenangkan bila dibandingkan bersepeda saat hujan diantara macetnya kota Jakarta. Namun karena hujan turun bercampur dengan abu, perjalanan sepeda ini menjadi kurang menyenangkan. Selain masker, diperlukan kacamata agar debu vulkanik tidak merusak mata.

Dalam perjalanan, sengaja melalui kali code. Sekedar informasi, kali code adalah salah satu kali yang membelah kota jogja. Keberadaan kali code merupakan salah satu urat nadi kota jogja, selain merupakan sumber penghidupan masyarakat, juga sumber inspirasi budaya kota jogja. Kali code berhulu pada kawasan merapi, oleh karenanya tidak perlu kaget bila kali code juga akan dialiri lahar dingin gunung merapi.

Sebagai akibat dari hujan deras yang melanda kawasan merapi, debit kali code juga naik dan membawa banyak material dari merapi – pasir sebagai salah satunya. Kali code yang biasanya tidak terlalu deras dan dangkal, pada kesempatan ini berair deras. Bantaran kali code sudah siap siaga menyambut datangnya banjir. Air kali code yang biasanya jernih kini tampak coklat pekat karena berselubung lumpur. Untuk lebih jelasnya, simak beberapa foto dibawah ini. Foto diambil dari sisi jalan jazuli

Foto-foto yang berikut ini diambil dari jalan jenderal sudirman. Tampak banyak warga yang penasaran dengan kondisi kali code pasca erupsi merapi dan hujan deras.

kalau sudah ke daerah jalan sudirman (gondolayu) jangan lewatkan yang satu ini. Makanan ajib bin surajib. Sate jaran (sate kuda)

kondisi jalan raya jogja magelang setelah erupsi merapi, lengang.

Perjalanan bang bolank ke gowes to jogja kali ini berarkhir. Setelah 3 hari menghabiskan akhir pekan di jogja, akhirnya tibalah saatnya untuk kembali ke Jakarta. Belajar dari pengalaman saat membawa sepeda di kereta dari Jakarta, kali ini saya sudah mempersiapkan diri supaya tidak dipalak lagi oleh kondektur nakal.

Menggunakan jasa kereta api Senja Utama Jogja adalah pilihan terbaik saat akan kembali ke Jakarta diantara pilihan2 lainnya. Dengan harga karcis sebesar Rp 110.000 (off season), kereta api ini menjanjikan ketepatan waktu yang lebih baik.

Wanti2 dengan petugas kereta, apakah membawa sepeda di kereta akan dikenakan tariff tambahan atau tidak. Menurut petugas bagian restorasi, gak ada biaya tambahan tapi baiknya memberikan uang tip kepada petugas. Ada pilihan lain : letakkan sepeda di kereta pembangkit, gratis. Ya sudah, simpan saja di kereta pembangkit. Cekibrot penampakannya.

Alhamdulillah, selama diperjalanan tidak ada gangguan berupa uang siluman yang datangnya dari kondektur nakal. Sepeda pun aman di kereta pembangkit karena sudah digembok. Enaknya jikalau perjalanan kereta seperti ini.

Akhirnya kereta sampai di jatinegara pada senin pagi, saatnya gowes dari stasiun ke rumah. Kemudian lanjut lagi gowes lagi ke kantor. Sebuah pengalaman perjalanan yang menarik sudah tercipta. Sebuah perjalanan yang ngagenin.. ingin rasanya untuk kembalinya lagi..

Dipublikasi di jalan-jalan | Tag , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Beginilah Cara Membobol Gembok Sepeda. AJIB!

masih ingat dengan kejadian yang menimpa salah satu kaskuser yang saya tuangkan di tulisan “Segera ganti Gembok sepeda anda. SEKARANG !!!” . setelah melakukan visum et repertum pada gembok sepeda yang sudah dibobol, maka diperoleh hal2 berikut ini.

kondisi korban sebelum kejadian:

Gembok Standar United

visualisasi lain pada subyek lain (tipe dan model identik – pemakaian normal pada sebuah seli 16″)

pada seli Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Selingan | Tinggalkan komentar